|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Hingga hari terakhir waktu pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Bipih) Tahun 1447 H/2026 M Tahap I pada Selasa (23/12/25) kemarin, Calon Jamaah Haji (CJH) Riau yang belum melunasi Bipih tercatat 1.045 orang. Hal ini membuat peluang ratusan jamaah cadangan tahun 2027 untuk berangkat haji musim tahun ini cukup besar.
Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau, Defizon, saat coffe morning dengan insan pers di Kantor Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Pekanbaru, Rabu (24/12/25).
"Setelah waktu pelunasan (Bipih) tahap I ditutup kemarin, Selasa (23/12/25), jamaah kita yang melunasi tercatat 3.611 orang atau sekitar 77,56 persen. Sedangkan sebaliknya yang belum melunasi ada 1.045 orang," ujar Defizon.
Itu artinya, terangnya lagi, pelunasan CJH Riau tahun ini masih di atas rata-rata pelunasan tahap I nasional yang tercatat hanya 73,9 persen.
Mengingat semua kuota haji yang tersedia harus terserap habis untuk berangkat, yakni 4.656 jamaah, papar Defizon, pihaknya sudah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kekurangan kuota tersebut.
"Sebanyak 4.656 jamaah harus terserab, maka antisipasi kekurangan sebanyak 1.045 orang tadi, akan ada pelunasan Bipih tahap II dimulai tanggal 2 hingga 9 Januari 2027 mendatang. Tapi di tahap II yang berhak melunasi berbeda kategori lagi. Setelah kita hitung-hitung, kita itu masih kekurangan jamaah untuk memenuhi kuota sebanyak 58 jamaah lagi," jelas Defizon.
Dari data yang dipaparkan, rincian perhitungan jamaah yang berhak pelunasan Bipih Tahap II sebagai langkah antisipasi mengatasi kekurangan jamaah yang belum melunasi di tahap I meliputi, jamaah gagal sistem di tahap I sebanyak 331 orang, jamaah pelimpahan 65 orang, jamaah penggabungan pelimpahan 35 orang, jamaah pendamping lansia 24 orang, penyandang disabilitas dan pendamping 2 orang, jamaah terpisah mahram/keluarga 211 orang, serta jamaah cadangan 435 orang.
"Jadi dari potensi pelunasan tahap II, kita masih kurang 58 jamaah lagi. Makanya kita bilang peluang jamaah cadangan tahun 2027 untuk berangkat tahun ini cukup besar," lanjut Defizon.
Ia mengimbau bagi jamaah cadangan haji tahun 2027 segera dapat mempersiapkan diri, lakukan pelunasan, persiapkan juga dokumennya. "Dokumen ini kan titik rawan. Pelunasan sudah tapi dokumen tak siap, kan tak bisa juga berangkat," ucap Defizon.
Hal lain yang cukup melegakan pihaknya, kata Defizon, adalah progres proses paspor, biovisa dan MRTD jamaah. Per 16 Desember 2025 kemarin, ungkapnya, dari total jamaah 4.656 orang, paspor yang sudah di Kanwil sebanyak 3.617 paspor (78 persen), sedang proses bio paspor 3.281 jamaah (70 persen) dan proses MRTD di Kanwil sudah 3.088 orang (66 persen).
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Riau, H Muliardi, yang juga turut hadir menyampaikan, bahwa dengan terbitnya UU Nomor 14 Tahun 2025, penyelenggaraan haji saat ini sudah sepenuhnya dilakukan Kementerian Haji dan Umrah. Dengan perubahan aturan itu juga terjadi pergeseran sumber daya manusia dan aset.
Ia berharap, dengan peralihan kelembagaan tersebut, kualitas pelayanan haji ke depan bisa semakin meningkat.
"Saat ini peralihan aset maupun sumber daya ini sedang berproses di Biro Sekretariat Kementerian Haji. Mudah-mudahan prosesnya lancar semua dan penyelenggaraan haji dari tahun ke tahun berjalan dengan baik," pungkas Muliardi. ***