|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan strategi besar untuk memperkuat ekonomi daerah pada 2026. Fokusnya jelas, mengembangkan sektor-sektor unggulan agar pertumbuhan ekonomi Riau tidak lagi bertumpu pada satu komoditas saja.
Langkah diambil menyusul kinerja ekonomi Riau yang terus menunjukkan tren positif. Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Riau tercatat mencapai 4,98 persen. Secara nasional, Riau juga menyumbang 5,14 persen terhadap perekonomian Indonesia, sekaligus menempatkan diri sebagai provinsi dengan PDRB terbesar ke-6 di Indonesia atau terbesar ke-2 di luar Pulau Jawa.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, dalam Sarasehan Ekonomi Awal Tahun 2026 yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Senin (19/1/2026).
"Dengan capaian ekonomi 2025 ini, kita akan meneroka (merintis) ekonomi Riau 2026 dengan memfokuskan penguatan pada beberapa sektor unggulan," ujar Syahrial.
Syahrial menjelaskan, strategi ekonomi Riau 2026 akan diarahkan pada tiga pilar utama. Pertama, tumbuh dari kemampuan sendiri. Riau didorong mengoptimalkan potensi sektor perkebunan yang dimiliki, seperti sawit, kelapa, sagu, hingga karet.
Kedua, pengembangan kawasan industri. Pemerintah daerah akan mendorong hilirisasi dan industrialisasi agar nilai tambah ekonomi tidak keluar dari daerah. Ketiga, menjaga stabilitas ekonomi rakyat. Kebijakan ekonomi harus berdampak langsung pada daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, struktur ekonomi Riau tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah.
"Selama ini fokus kita di sawit. Padahal kita juga punya kelapa yang selama ini belum terkelola dengan baik. Ke depan, sektor-sektor lain yang bernilai tinggi harus diperkuat," tegas Syahrial.
Pada 2026, Pemprov Riau menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, disertai inflasi yang stabil. Syahrial berharap, dengan strategi tersebut, masyarakat Riau dapat menikmati kondisi ekonomi yang aman, produktif, dan serba tercukupi.*