|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU-Diskusi bulanan Lembaga Pengkajian Islam dan Peradaban (LPIP) mengenai pembangunan karakter kuat generasi muda muslim dengan mengambil pelajaran dari pengalaman masyarakat Jepang tak habis-habinya untuk dibicarakan. Pada kegiatan yang dilaksanakan di Aula Perpustakaan Pusat Universitas Lancang Kuning Sabtu (10/1/2026) lalu terungkap banyak hal terkait Sumber Daya Manusia (SDM).
Diskusi yang dipandu Dr Haris Simaremare yang diperkuat pemikiran Rektor Unilak Prof Junaidi selaku pemantik, serta paparan mendalam dari Prof Edi Erwan, Prof Jaswar Koto, dan Indra Purnama PhD ini sangat menarik. Ketiganya pernah kuliah, bahkan memiliki keluarga orang Jepang.
Prof. Edi Erwan, Ph.D dalam paparannya menyampaikan Perjalanan akademiknya adalah kisah tentang ketekunan, dedikasi, dan pengabdian ilmu untuk kemajuan bangsa. Langkah besarnya dimulai pada bulan September 2010, ketika beliau berangkat ke Jepang untuk menempuh program Doktor (Ph.D) di Kyushu University, salah satu universitas terkemuka di Asia dalam bidang sains dan pertanian.
Di Negeri Sakura, Prof. Edi Erwan menimba ilmu pada bidang Animal Science, tepatnya di Laboratory of Regulation in Metabolism and Behavior, Department of Bioresource and Bioenvironmental Science, Faculty of Agriculture, Kyushu University.
Selama hampir empat tahun, hingga berhasil menyelesaikan studi doktoralnya pada April 2014, beliau tidak hanya mengasah keilmuan dan kepakaran akademik, tetapi juga ditempa oleh nilai-nilai luhur masyarakat Jepang: kedisiplinan tinggi, kerja keras, tanggung jawab, ketelitian, adab terhadap guru dan senior, serta semangat amanah dalam setiap tugas. Nilai-nilai inilah yang kemudian menjadi fondasi kuat dalam perjalanan karier dan kepemimpinannya di tanah air.
Di tengah kesibukan riset dan studi yang menuntut ketekunan luar biasa, Prof. Edi Erwan tetap aktif berorganisasi. Beliau dipercaya menjadi pengurus Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Fukuoka, serta pernah menjabat sebagai Ketua Muslim Fukuoka. Aktivitas ini mencerminkan kepeduliannya terhadap kebersamaan, dakwah, serta penguatan jejaring mahasiswa Indonesia di luar negeri.
Selama masa studi doktoral, berbagai karya ilmiah berhasil beliau hasilkan. Artikel-artikel ilmiahnya dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi, termasuk jurnal terindeks Scopus Q1, sebuah capaian prestisius yang menegaskan kualitas riset dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu peternakan dan biosains.
Pada bulan April 2014, Prof. Edi Erwan kembali ke tanah air dengan semangat baru untuk membangun institusi dan generasi akademik Indonesia. Sekembalinya dari Jepang, beliau langsung dipercaya mengemban amanah sebagai Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Sultan Syarif Kasim Riau, jabatan yang diembannya selama dua periode (2014–2021). Di bawah kepemimpinannya, fakultas mengalami penguatan akademik, riset, serta jejaring kerja sama nasional dan internasional.
Dedikasi dan rekam jejak kepemimpinannya kemudian mengantarkan beliau pada amanah yang lebih luas sebagai Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan UIN Sultan Syarif Kasim Riau, yang dijabat sejak 2021 hingga 2025. Pada posisi ini, beliau terus mendorong internasionalisasi kampus, penguatan kemitraan strategis, serta pengembangan karakter dan prestasi mahasiswa.
Tak hanya di Jepang, Prof Edi Erwan juga mengisahkan pengalaman akademik di berbagai negara seperti di Malaysia, Amerika Serikat, Australia dan sejumlah negara di Benua Afrika. Baginya banyak hal positif yang bisa diambil dari negara-negara lain, namun ada juga beberapa hal yang hanya cukup diketahui saja.
Kisah Prof. Edi Erwan, Ph.D adalah teladan bahwa ilmu, karakter, dan pengabdian dapat berjalan beriringan. Dari laboratorium riset di Jepang hingga ruang-ruang kepemimpinan kampus di Indonesia, beliau terus menebarkan manfaat bagi dunia akademik, umat, dan bangsa. Perjalanan ini bukan hanya tentang meraih gelar tertinggi, tetapi tentang menghadirkan ilmu yang bermakna dan kepemimpinan yang berintegritas.*