|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut lebih dari 18.500 pasien di Gaza membutuhkan pengobatan medis khusus.
"Lebih dari 18.500 pasien di Gaza masih membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di dalam Jalur Gaza," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus di platform X.
Ia mencatat bahwa WHO dan mitranya mendukung evakuasi medis lima pasien dan tujuh pendamping ke Mesir melalui Penyeberangan Rafah, seraya menggambarkannya sebagai evakuasi medis pertama lewat rute ini sejak pertengahan Maret 2025.
Tedros menekankan bahwa, sistem kesehatan Gaza sangat membutuhkan rehabilitasi dan pembangunan ulang untuk mengurangi ketergantungan pada evakuasi medis. Hal itu Imenjadi prioritas utama saat ini.
Selain itu, Tedros juga menegaskan perlunya meningkatkan layanan kesehatan yang cepat di dalam Gaza, termasuk menambah pasokan obat-obatan, memperbaiki fasilitas yang rusak serta memperluas layanan penting untuk membangun sistem kesehatan yang kokoh dan berkelanjutan.
Dia kembali mendesak agar jalur rujukan medis ke Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, segera dibuka kembali. Tujuannya, untuk mempercepat akses pengobatan yang menyelamatkan nyawa.*