Jan 2026
22

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Pemprov Riau Minta Warga Waspada Kemunculan Harimau Sumatera
pekanbaru | Selasa, 20 Januari 2026 | 16:29:00 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : mediacentre.riau
ilustrasi

PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar habitat Harimau Sumatera, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas. Hal ini merespons meningkatnya intensitas kemunculan satwa liar tersebut yang terekam kamera warga di beberapa titik wilayah dalam beberapa hari terakhir.

Dalam pernyataan resminya pada Selasa (20/1/2026), SF Hariyanto menyebutkan bahwa laporan mengenai aktivitas "Si Belang" yang mendekati kawasan aktivitas manusia telah masuk ke meja pemerintah provinsi. Ia meminta masyarakat tidak menganggap remeh laporan tersebut dan tetap mengutamakan keselamatan jiwa saat harus melakukan pekerjaan di luar rumah, terutama di area perkebunan atau perbatasan hutan.

"Kami menerima laporan bahwa aktivitas Harimau Sumatera mulai terlihat di beberapa daerah. Kami meminta masyarakat untuk sangat waspada dan berhati-hati, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah pada jam-jam rawan," ujar SF Hariyanto saat ditemui di Pekanbaru.

Baca :

Ia menekankan pentingnya mencari tempat perlindungan yang aman jika secara tidak sengaja melihat keberadaan satwa tersebut. Selain aspek keselamatan manusia, Plt Gubernur juga mengingatkan warga agar tidak mengambil tindakan sendiri yang melanggar hukum, seperti memasang perangkap jerat.

Mengingat Harimau Sumatera merupakan satwa yang dilindungi undang-undang, tindakan melukai atau membunuh satwa ini dapat berimplikasi pada sanksi pidana yang berat.

"Jangan sampai ada warga yang membuat perangkap jerat karena merasa terancam. Ini adalah hewan dilindungi. Kami sangat berharap masyarakat bisa menahan diri dan melaporkan setiap temuan kepada pihak berwenang agar bisa ditangani secara prosedural tanpa melukai satwa tersebut," tambahnya.

Sebagai langkah nyata, Pemerintah Provinsi Riau akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Koordinasi ini bertujuan untuk memetakan titik koordinat kemunculan satwa, menurunkan tim mitigasi konflik, dan memastikan pergerakan harimau tersebut bisa digiring kembali ke dalam habitat aslinya tanpa menimbulkan kerugian di pihak manusia.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga pertengahan Januari 2026, setidaknya terdapat tiga peristiwa besar kemunculan Harimau Sumatera yang berhasil terekam masyarakat. Peristiwa pertama terjadi pada Kamis (8/1) di Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Siak. Kemudian berlanjut pada Rabu (14/1) di area Water Injection Plant (WIP) Zamrud, Kabupaten Siak, yang merupakan kawasan operasional vital.*

Terbaru
rohil
Kasus Kekerasan Seksual di Rohil Masih Tinggi
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:34:13 WIB
politik
DPR akan Perhatikan Partisipasi Publik Soal RUU Pemilu
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:18:16 WIB
pekanbaru
APBD Riau 2026 Tertekan, Anggaran Pendidikan Terpangkas
Rabu, 21 Januari 2026 | 18:44:02 WIB
inhil
Warga Inhil Dikejutkan Kemunculan Buaya Sepanjang 2,2 M
Rabu, 21 Januari 2026 | 14:16:40 WIB
华 闻
Lindawati Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:43:12 WIB
PSMTI Riau Akan Gelar Musprov V, Ini...
Rabu, 14 Januari 2026 | 18:26:49 WIB
Artikel Popular
1
3
4
politik
DPR akan Perhatikan Partisipasi Publik Soal RUU...
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:18:16 WIB
Komisi IV DPRD Riau Akan Panggil PUPR Bahas SILPA...
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:08:52 WIB
hukum