|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Riau kembali menegaskan eksistensinya di pentas nasional dengan menggelar Riau National Taekwondo Championship 2026. Kejuaraan bergengsi ini diikuti 1.789 atlet dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
Kejuaraan berlangsung selama empat hari, 29 Januari hingga 1 Februari 2026, bertempat di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Pekanbaru.
Ketua Panitia Pelaksana, Abdi Kalep Petrus Sembiring, menjelaskan bahwa event ini merupakan agenda resmi Pengprov TI Riau dan menjadi kejuaraan nasional kedua setelah sukses digelar pada 2025 lalu.
“Kejuaraan ini merupakan agenda resmi Pengprov Taekwondo Indonesia Riau. Tahun lalu sudah kita laksanakan, dan tahun ini kembali digelar dengan level nasional setelah memperoleh izin dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia,” ujar Abdi, Kamis (29/1/2026).
Ribuan atlet bertanding dalam dua kategori utama, yakni kyorugi (tanding) dan poomsae (seni). Para peserta berasal dari empat provinsi, yaitu Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jambi. Tak hanya itu, kejuaraan ini juga menarik perhatian internasional dengan keikutsertaan 12 atlet undangan dari Malaysia.
“Kehadiran atlet dari Malaysia menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Ini menunjukkan event yang kita gelar mulai dilirik di level internasional,” jelas Abdi.
Menurut Abdi, penyelenggaraan kejuaraan ini sejalan dengan semangat Pengurus Besar Taekwondo Indonesia yang mendorong daerah aktif menggelar kompetisi, terutama setelah prestasi Indonesia meraih dua medali emas di SEA Games.
“Tujuan utama kejuaraan ini adalah meningkatkan kualitas dan jam terbang atlet, khususnya atlet Riau, agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Panitia menyiapkan total hadiah sekitar Rp60 juta bagi atlet terbaik di setiap kategori, serta doorprize senilai Rp20 juta yang bisa dinikmati peserta maupun penonton.
Dukungan pemerintah daerah juga sangat membantu. Panitia memperoleh bantuan penggunaan fasilitas GOR dan dukungan kelistrikan dari PLN selama kejuaraan berlangsung.
“Alhamdulillah, dukungan pemerintah sangat terasa. Fasilitas GOR disiapkan dengan baik dan PLN juga membantu dari sisi kelistrikan,” ungkap Abdi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau, Yurnalis Basri, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan nasional ini. Ia menilai Pengprov TI Riau berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai penyelenggara event olahraga berskala besar.
“Kami bangga Taekwondo Riau mampu menggelar kejuaraan dengan peserta mencapai 1.789 atlet. Kehadiran atlet dari Malaysia tentu menjadi nilai tambah,” ujarnya.
Ia berharap kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar atlet lintas daerah dan negara.
“Mudah-mudahan dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet Riau yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” harapnya.
Dispora Riau juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat dua atlet Riau, yakni Mega Dwita dan Abdul Karim, yang sedang mengikuti proses seleksi nasional. Keduanya diharapkan lolos dan memperkuat Tim Taekwondo Indonesia di ajang internasional mendatang.*