|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

JAKARTA -- Wabah virus Nipah di India telah membuat beberapa negara waspada dengan memperketat pemeriksaan di bandara dan perbatasan. Hingga Selasa (27/1/2026) otoritas kesehatan India melaporkan dua kasus terkonfirmasi di negara bagian Benggala Barat.
Ahli mikrobiologi dan imunologi di University of Otago, Prof Gema Geoghegan, mengatakan merebaknya virus nipah di India perlu menjadi perhatian karena tingkat kematiannya yang diperkirakan mencapai 40-75 persen. Hal ini bahkan jauh lebih mematikan dibanding Covid-19.
"Virus ini jauh, jauh lebih mematikan daripada virus corona. Ini berkali-kali lipat lebih mematikan. Sekitar 50 persen dari orang yang terinfeksi virus ini, sayangnya meninggal dunia," kata Geoghegan, dilansir laman Stuff, Jumat (30/1/2026).
la menjelaskan inang alami virus ini adalah kelelawar buah. Virus pertama kali menular ke manusia melalui babi yang memakan buah terkontaminasi. Penularan ke manusia terjadi melalui daging babi yang terkontaminasi.*