Okt 2026
22

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Kasus ISPA di Riau Tembus 35.910, Pekanbaru Tertinggi
pekanbaru | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:04:40 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : rivo
ilustrasi

PEKANBARU - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Riau mencapai 35.910 kasus. Sebaran kasus tersebut mencakup 12 kabupaten/kota, dengan Kota Pekanbaru mencatat jumlah tertinggi, yakni 10.020 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan, setelah Pekanbaru, kasus ISPA terbanyak tercatat di Kabupaten Kampar sebanyak 4.830 kasus dan Bengkalis 4.382 kasus.

Selanjutnya, Kabupaten Siak mencatat 3.675 kasus, Kota Dumai 3.413 kasus, Kepulauan Meranti 2.816 kasus, Pelalawan 2.227 kasus, Indragiri Hulu 1.810 kasus, Kuantan Singingi 1.355 kasus, Rokan Hulu 987 kasus, Rokan Hilir 311 kasus, dan Indragiri Hilir 84 kasus.

Baca :

Meski jumlah kasus cukup tinggi, Zulkifli menyebut fasilitas pelayanan kesehatan di daerah terdampak masih mampu menangani pasien. Pemerintah juga terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan untuk mengantisipasi dampak polusi udara terhadap kesehatan masyarakat.

"Untuk menekan dampak ISPA, kami terus menggalakkan pembagian masker gratis dan edukasi kesehatan kepada masyarakat," ucap Zulkifli, Kamis (22/10/2026).

Selain itu, pemerintah daerah menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita yang terdampak, serta menyiagakan oksigen konsentrator di puskesmas. Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap puskesmas juga diaktifkan untuk mengantisipasi lonjakan pasien secara mendadak.

"Bahkan kita (Diskes Riau) turut mendirikan posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk penanganan pasien kritis. Upaya tersebut melibatkan akademisi perguruan tinggi dan organisasi profesi kesehatan, termasuk dalam pendistribusian masker kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan," bebernya.

Zulkifli mengimbau masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Ia juga meminta masyarakat menerapkan langkah perlindungan diri, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.

Tidak itu saja, masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan masker yang mampu menyaring partikel polusi udara guna mengurangi risiko paparan asap.

Di sisi lain, tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diminta meningkatkan pemantauan dan segera melaporkan kasus penyakit yang berpotensi berkaitan dengan paparan asap kepada dinas kesehatan kabupaten/kota. Penyakit yang perlu diwaspadai antara lain ISPA, pneumonia, asma, iritasi mata, dan iritasi kulit.

Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Achmad, drg. Yusi Prastiningsih, mengatakan hingga saat ini belum ada pasien ISPA yang harus menjalani perawatan di rumah sakit rujukan milik Pemerintah Provinsi Riau tersebut.

"Untuk kasus ISPA, masyarakat masih berobat di puskesmas dan rumah sakit tipe C, belum sampai ke RSUD Arifin Achmad," tegasnya.*

Terbaru
pekanbaru
Lepas 1.351 Lulusan, Umri Gelar Wisuda ke-31 Selama Dua Hari
Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:53:14 WIB
sportainment
Hadapi Persikad, PSPS Pekanbaru Siap Pertahankan Posisi Puncak
Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:42:48 WIB
pekanbaru
Hari Santri Nasional, Syahrial Abdi Tekankan Enam Nilai Penguat Bangsa
Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:31:09 WIB
pekanbaru
Kasus ISPA di Riau Tembus 35.910, Pekanbaru Tertinggi
Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:04:40 WIB
otomotif
Honda Kembali Pamerkan Brio S CVT di Mal SKA, Mobil Ready Stock
Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:11:54 WIB
Artikel Popular
politik
RBN Riau Disambut Antusias, 1.169 Siswa...
Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:27:56 WIB
hukum
Nasional
2.458 Penerbangan Terdampak Asap...
Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:42:55 WIB