Jan 2026
12

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Harga Karet Rp8000 dan Sawit Rp700 per Kg, Ekonomi Petani Kian Terpuruk
rohul | Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB
Editor : wisly | Penulis : Hendra
ilustrasi

PASIR PANGARAIAN- Hingga saat ini, harga komoditi karet dan kelapa sawit petani semakin tak menentu, mengakibatkan ekonomi petani karet maupun kelapa sawit semakin terpuruk.

Anjloknya harga dua komoditi tersebut yang menjadi ekonomi petani di Rohul sudah terjadi sekitar tahun 2015 hingga saat ini. Malahan sejak beberapa bulan terakhir ini, harga dua komoditi masih jauh dari harapan para petani.

Seorang petani kelapa sawit di Km 6, Desa Sukamaju Kecamatan Rambah, Dedy mengaku, dua bulan terakhir ini harga jual kelapa sawit yang dibeli para tengkulak (toke) Rp700 per kgnya.

Baca :

"Kondisi mengakibatkan ekonomi petani seperti kami menjadi sulit. Rata rata 500 kg per dua minggu hasilnya untuk se hektar, dan Kita hanya mendapatkan Rp350 ribu per hektar, itu belum termasuk upah panen yang harus dikeluarkan Rp200 sampai Rp300 per kgnya," jelas Dedy, Senin (24/6/2019).

Dedy berharap, pemerintaj bisa menjamin harga kelapa sawit petani bisa lebih membaik, apalagi adanya program sawit untuk rakyat yang tengah digalakan di Rohul saat ini, berharap kesejahteraan masyarakat bisa lebih terjamin.

"Karena untuk apa program sawit rakyat diterapkan bila harga tidak terjamin.Program dibuat seharusnya bisa tingkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di Rohul ini," harap Dedy.

Selain petani kelapa sawit yang mengeluh, patani karet juga mengalami hal yang sama.Harga karet petani dalam dua bulan terakhir ini, rata rata di bawah Rp9000 per kgnya.

"Minggu kemarin, harga karet petani hanya Rp8000 per kgnya.Sementara penghasilan yang kita dapat, harus bagi 50 persen dengan yang menakik (pemotong). Bahkan bila kebunnya jauh dari kampung, dua bagi untuk pemilik tiga bagi untuk penyadap.Tetapi harus bagaimana lagi, itulah kondisi saat ini," ucap Anis petani karet di Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah.

Dampak terpuruknya ekonomi petani di Rohul, juga dirasakan sejumlah pedagang.Karena kini daya beli masyarakat kini semakin menurun, terutama untuk membeli kebutuhan sandang seperti pakaian dan lainnya.

"Juga pemilik rumah makan di Rohul, kini mereka menyiasati dengan menurunkan harga jual mereka. Kalau biasanya beli nasi bungkus bisa Rp13.000 hingga Rp19.000 per kg, kini banyak pemilik rumah makan menjual serba Rp10000," kata Edi pedagang nasi di kawasan Pasir Pangaraian.

"Jelasnya sebagai petani, kita merasa sangat sulit sekali. Berharap ke Pemkab Rohul bisa carikan solusi, agar ekonomi masyarakat bisa membaik kedepannya," harap Dedy Dan Anis.*

 

Terbaru
sportainment
Tersingkir Dari Piala FA, MU Hampir Dipastikan Tanpa Gelar Musim Ini
Senin, 12 Januari 2026 | 10:27:17 WIB
pekanbaru
Hari Ini, Sebagian Wilayah Riau Hujan Ringan
Senin, 12 Januari 2026 | 09:23:43 WIB
dunia
Trump Tegaskan AS Harus Kuasai Greenland Sebelum China atau Rusia
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:29:35 WIB
kampar
Elevasi Waduk Naik 1,97 Meter, Ini Penjelasan Manager PLTA Koto Panjang
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:09:49 WIB
inhu
Bupati Apresiasi PSMTI Run Indragiri Hulu
Minggu, 11 Januari 2026 | 19:06:43 WIB
politik
Setelah Tertunda, Muhariza Dilantik Jadi Ketua DPC PDI Perjuangan Rohil
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:00:00 WIB
sportainment
Piala FA, Man City Pesta 10 Gol ke Gawang Exeter City
Minggu, 11 Januari 2026 | 07:50:00 WIB
华 闻
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum