|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
TEMBILAHAN - Penjabat (Pj) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman menerima kunjungan kerja Direktur Buflo Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Dr. Liferdi, S.P., M.Si beserta jajaran. Pertemuan bertempat di Rumah Dinas Bupati Inhil, Kamis (11/7).
Hadir Kepala Balai Penerapan Standarisasi dan Instrumen Pertanian Riau, Shannora Yuliasari beserta jajaran, Dandim 0314/Inhil, jajaran Dinas Pangan Tanaman Pangan Hortikultura Inhil, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian serta undangan lainnya.
Direktur Buflo Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Dr. Liferdi, S.P., M.Si, mengatakan, kunjungan kerjanya dalam upaya antisipasi darurat pangan melalui Penambahan Areal Tanam (PAT) padi Riau di Kabupaten Indragiri Hilir.
Sementara itu, Pj Bupati Inhil, H. Herman dalam sambutannya mengatakan, dalam rangka antisipasi darurat pangan berbagai program dari pemerintah pusat, provinsi maupun daerah telah dilaksanakan bersama. “Pemerintah daerah telah berupaya untuk memberikan kontribusi terbaik dalam kegiatan penambahan areal tanam,” terangnya.
Dikatakannya, salah satu program antisipasi darurat pangan yang telah dilaksanakan di Inhil adalah gerakan tanam serentak 3.000 hektar. Sudah terlaksana pada bulan Februari lalu yang bekerjasama dengan Kodim 0314/Inhil.
“Dengan dilaksanakannya gerakan tanam 3.000 hektar ini, lahan sawah yang sebelumnya tak tergarap akibat genangan banjir, bisa kita tanam bersama. Kondisi hari ini, laporan tanam di Oktober 2023 sampai Maret 2024 telah mencapai 13.158,43 hektar. Tahun sebelumnya hanya 10.956,72 hektar, meningkat 2.201,71 hektar,” ujarnya.
Sebagai dukungan dari pemda, dirinya telah mengalokasikan bantuan untuk penguatan gapoktan/pengusaha penggilingan padi dengan memberikan bantuan alat pasca panen dalam upaya peningkatan kualitas beras hasil penggilingan padi mereka.
“Dalam kesempatan baik ini, saya bersama pak Dandim akan memperkenalkan kemasan baru beras premium Inhil yang sudah kami cetak untuk 150 ton beras dan didistribusikan kepada seluruh ASN maupun swasta dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya.*