|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Anak gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) bernama Kalistha Lestari atau Tari ditemukan mati mendadak di camp Elephants Flying Squad SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Rabu (10/9/2025).
Kepala Balai TNTN, Heru Sumantoro, menyampaikan Tari merupakan gajah betina yang lahir pada 31 Agustus 2023 dan saat ini berumur dua tahun sepuluh hari. "Tari adalah hasil perkawinan antara gajah Lisa dengan gajah liar," ujar Heru, Senin siang.
Heru menjelaskan, kronologis kematian Tari. Bermula pada Selasa (9/9/2025) sekitar pukul 07.43 WIB, Tari tampak aktif dan bermain seperti biasa dengan nafsu makan normal, feses baik, dan tanpa tanda kelemasan.
Hanya saja, intensitas menyusu Tari sedikit berkurang dari biasanya. Pada sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB, kondisi Tari tetap stabil tanpa menunjukkan gejala sakit.
"Namun, pada Rabu pagi, sekitar pukul 08.00 WIB, mahout yang bertugas mendapati Tari dalam keadaan berbaring tanpa gerakan. Mahout kemudian menghubungi dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan fisik," jelas Heru.
Tari pun dinyatakan mati. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak adanya luka atau trauma pada tubuh Tari, namun perutnya terlihat sedikit menggembung.
Untuk memastikan penyebab kematian, dokter hewan melakukan nekropsi atau bedah bangkai serta mengambil sampel organ untuk pemeriksaan laboratorium. "Sampel tersebut akan dikirim ke Bogor untuk analisis lebih lanjut," ungkap Heru.
Heru menegaskan pihaknya berkomitmen menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebagai dasar ilmiah dalam mengetahui penyebab kematian Tari. Hasil resmi akan disampaikan setelah proses analisis selesai.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang peduli dan memberikan perhatian terhadap pelestarian gajah Sunatera, yang saat ini jumlahnya terus berkurang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian berbagai pihak terhadap kelestarian gajah Sumatera. Kehilangan Tari menjadi pengingat betapa rentannya satwa langka ini, sekaligus memperkuat komitmen kami dalam upaya perlindungan dan perawatan gajah di Tesso Nilo,” kata Heru.*