|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Maitreyawira wisuda sebanyak 34 mahasiswa dalam sidang senat terbuka dies natalis ke XVII dan wisuda sarjana ke XI di Fortunate Convention Hall, Maha Vihara dan Pusdiklat Bumi Suci Maitreya, Pekanbaru, Jumat (31/10/2025). Wisuda dihadiri Direktur Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha RI, Drs Supriyadi M Pd.
Dalam kata sambutannya, Supriyadi berharap mahasiswa STAB Maitreyawira tidak hanya unggul dalam bidang akademik, namun memiliki soft skills, kreatifitas dan kepekaan sosial yang kuat. "Sebagai bagian dari generasi Z, mahasiswa harus memiliki keunggulan tumbuh di era teknologi, cepat belajar dan terbiasa beradaptasi," terangnya.
Namun, lanjutnya, keunggulan juga membawa tanggung jawab besar, yakni menjadi agen perubahan yang membawa nilai, bukan sekedar mengikuti tren. Jadilah lulusan yang mampu menciptakan peluang, berinovasi dan menghadirkan solusi. "Pemerintah melalui Ditjen Bimas terus mendukung agar pendidikan tinggi keagamaan Buddha dapat mencetak generasi yang berkarakter profesional dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," jelasnya.
Supriyadi berharap STAB Maitreyawira terus berkembang dan menambah program studi (Prodi), sehingga memberikan akses yang lebih luas kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri.
Sementara itu, Ketua STAB Maitreyawira, Dr Rida Jelita SH MH menambahkan, dies natalis dan wisuda mengambil tema 'How To Produce Knowledge With The Power Of Unlimited Innovation And creativity'. Dimana lulusan dituntut kreatif dan inovasi, terutama dalam bidang pendidikan.
Saat ini, sambung Rida Jelita, terdapat 34 mahasiswa yang diwisuda dengan prodi Pendidikan Keagamaan Buddha. Sehingga total sudah 589 lulusan yang dihasilkan STAB Maitreyawira sejak berdiri pada tahun 2008. "Kami berharap para wisudawan bisa sukses dan menjaga nama baik almamater dimanapun berada. Kemudian bisa mewujudkan jiwa kasih sesuai dengan visi misi STAB Maitreyawira," ungkapnya.
Ditambahkannya, STAB Maitreyawira memiliki dua Prodi, yaitu Pendidikan Keagamaan Buddha serta Bisnis dan Manajemen Buddha. Kedepannya STAB Maitreyawira bakal menambah minimal satu Prodi lagi untuk meningkatkan status STAB Maitreyawira menjadi institut.
Salah satu lulusan, Mega Ratna Sari mengaku senang dan bahagia dapat lulus di STAB Maitreyawira. "Kami sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar STAB Maitreyawira. Semoga STAB Maitreyawira terus berkembang dan mencetak lulusan unggul, terutama dalam bidang keagamaan," kata wanita asli Kabupaten Siak ini.
Sidang senat terbuka dies natalis dipimpin Hosan S Sos MM. Dihadiri Ketua Permabudhi Riau, Pdt Md Dr Kurniadi SE MH Bds, tokoh agama Buddha di Pekanbaru dan tamu undangan lainnya. Sedangkan orasi ilmiah disampaikan Prof Dr Ir Stefanus Yufra Menahen Taneo MS MSc dari Universitas Ma Chung, Kota Malang.*