|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

ROKAN HILIR – Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil), Jhony Charles, memimpin rapat koordinasi strategis bersama puluhan perusahaan untuk membahas percepatan perbaikan jalan lintas Tanah Putih–Pujud–Tanjung Medan. Rapat digelar di Aula Lantai IV Kantor BPKAD Rohil, Jalan Merdeka, Bagansiapiapi.
Kondisi jalan yang menghubungkan wilayah Manggala hingga Pujud saat ini dinyatakan dalam kondisi darurat dan sempat viral di media sosial. Kerusakan parah di sejumlah titik dinilai mengganggu aktivitas masyarakat serta distribusi ekonomi antarwilayah.
Jhony Charles menegaskan, meskipun status jalan tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir tidak bisa bersikap pasif. Pasalnya, dampak sosial dan ekonomi dari kerusakan jalan itu langsung dirasakan oleh masyarakat Rohil.
"Jalan ini adalah urat nadi. Bukan hanya warga Rohil, tapi juga akses ke Dumai hingga Labuhan Batu Selatan. Kita wajib undang perusahaan untuk meminta sikap bersama, karena yang lewat di sini mobil tonase 30 ton ke atas milik perusahaan," tegas Jhony Charles di hadapan Forkopimda dan pimpinan perusahaan, baru-baru ini.
Dalam rapat tersebut, disepakati langkah-langkah taktis untuk menangani sekitar 60 titik kerusakan berat. Jhony Charles menginstruksikan pembentukan tim kecil guna mengkaji landasan hukum penerapan sistem tiket atau parkir tepi jalan sebagai sumber pendanaan pemeliharaan jalan secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk komitmen, Jhony Charles secara pribadi menyumbangkan dua unit mobil material. Sementara itu, setiap perusahaan yang hadir menyatakan kesediaan membantu minimal tiga unit mobil material untuk mendukung perbaikan jalan.
Selain perbaikan badan jalan, para camat di wilayah terdampak diminta segera melakukan pendataan titik-titik rawan genangan guna pembuatan drainase. Langkah ini dinilai penting agar air hujan tidak kembali menggenangi badan jalan dan mempercepat kerusakan.
Perwakilan UPT PU Wilayah II Provinsi Riau, Khairul Kholidin, memaparkan bahwa dari total panjang jalan sekitar 80,6 kilometer, kurang lebih 20 kilometer mengalami kerusakan berat, terutama pada ruas dari arah Brimob menuju Pujud.
Dengan keterbatasan anggaran perawatan sebesar Rp4 miliar untuk delapan ruas jalan di wilayah Dumai dan Rohil, pihaknya berharap dukungan aktif dari dunia usaha.
Sementara itu, perwakilan perusahaan, Aseng, menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Ia mengusulkan penerapan sistem voucher wajib bagi kendaraan bermuatan berat agar kontribusi perbaikan jalan tidak hanya dibebankan kepada segelintir perusahaan.
Selain itu, ia juga meminta dukungan TNI dan Polri untuk menertibkan praktik pungutan liar di titik-titik jalan rusak.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran OPD teknis Rohil, Kepala Bagian SDA, para camat, Kapolsek, Danramil, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah Tanah Putih, Pujud, dan Tanjung Medan.*