|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

BAGANSIAPIAPI – Panitia Bersama Baksos Imlek (PBBI) dan Perkumpulan Kin Men Riau melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) di Klenteng Ce Kong Thua, Jalan Perniagaan, Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Baksos dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026.
Baksos berupa pengobatan gratis dan pembagian sembako. Turut dihadiri Ketua Himpunan Persaudaraan Tionghoa (HPT) Rohil, Handy Lokimen /Lo Cie Hui bersama pengurus HPT Rohil lainnya.
Untuk pengobatan gratis, Ketua Perkumpulan Kin Men Riau, Ali Suyanto (Lie Thong Hong) mengatakan, berlangsung tanggal 30 hingga 31 Januari. Pemeriksaan kesehatan meliputi cek kolesterol, cek darah, tensi, pemeriksaan mata, dan sejumlah layanan kesehatan lainnya. "Kami berharap kegiatan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Rokan Hilir, khususnya dalam menjaga kesehatan," ujarnya.
Dikatakannya, pengobatan gratis merupakan bentuk kepedulian Perkumpulan Kin Men Riau terhadap masyarakat, sekaligus wujud nyata dalam meningkatkan kesehatan warga. Dalam pemeriksaan mata, masyarakat yang membutuhkan tindakan operasi katarak akan dijadwalkan untuk menjalani operasi pada bulan Juli mendatang.
Sementara itu, bagi warga yang mengalami gangguan penglihatan ringan, Perkumpulan Kin Men Riau menyediakan bantuan berupa kacamata gratis. "Pengobatan gratis dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari RS Awal Bros, RS Smec, Hermina Pekanbaru, tenaga kesehatan, tim medis, relawan, hingga para sponsor lainnya," ujarnya.
Ditambahkannya, Perkumpulan Kin Men Riau ke depannya akan terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat Rokan Hilir. "Apalagi di momen Tahun Baru Imlek, masyarakat harus sehat semua," tegasnya.
Siswaja Muldjadi, Dewan Penasehat Perkumpulan Kin Men Riau, mengatakan, kegiatan menjadi ajang kebersamaan karena pihaknya menurunkan sekitar 80 orang dari Pekanbaru ke Bagansiapiapi. "Selain melakukan baksos, kami juga mengajak para pengurus Kin Men jalan-jalan untuk mengenal sejarah Kota Bagansiapiapi," ungkapnya.
Kehadiran rombongan dari Pekanbaru menambah semarak kegiatan, sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat Tionghoa dengan warga setempat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Rokan Hilir, Fauzie Efrizal, yang membuka kegiatan tersebut secara resmi, memberikan apresiasi atas kekompakan masyarakat Tionghoa dalam menyelenggarakan baksos ini.
"Kegiatan sangat bermanfaat bagi masyarakat Rokan Hilir pada umumnya dan Bagansiapiapi khususnya," ucap Fauzie.
Ia menilai kegiatan baksos bukan hanya sekadar perayaan Imlek, tetapi juga aksi nyata dalam membantu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan. "Kegiatan ini luar biasa, apalagi masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi sangat kompak dalam berbagai hal dan partisipasinya sangat tinggi," puji Sekda.
Baksos pengobatan gratis dirangkai dengan pembagian sembako untuk masyarakat Tionghoa pra sejahtera dengan total 845 paket. Untuk Kota Bagansiapiapi sebanyak 405 paket. Dilanjutkan ke daerah Sinaboi untuk 77 Kepala Keluarga (KK), Sinaboi Kecil 22 KK, Sungai Bakau 24 KK, Pulau Halang 92 KK dan Panipahan 225 KK.
"Paket sembako Imlek terdiri dari makanan dan minuman untuk kebutuhan Tahun Baru Imlek dan angpao.. Kegiatan merupakan program rutin Panitia Bersama Baksos Imlek (PBBI). Dilaksanakan di Provinsi Riau, termasuk di Kabupaten Rohil," kata Ali Suyanto.
Hari Kedua Pengobatan Gratis Membludak
Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Pengobatan Gratis yang digelar Perkumpulan Kin Men Riau di Klenteng Ce Kong Thua, Bagansiapiapi, pada hari kedua, Sabtu (31/1) diserbu masyarakat. Sejak pukul 10.00 WIB, warga sudah terlihat mengantre untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari tim medis.
Ratusan masyarakat datang silih berganti, berharap bisa memeriksakan berbagai keluhan kesehatan.
Ali Suyanto menyampaikan target kegiatan melayani 1.000 masyarakat selama dua hari. “Mudah-mudahan target tersebut bisa tercapai, melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi,” ujarnya saat meninjau lokasi kegiatan.
Ia menegaskan selama kegiatan berlangsung, suasana tetap aman, nyaman, dan tertib. Hal ini tidak lepas dari pengamanan yang diberikan oleh personel Polsek Bangko yang berjaga di sekitar lokasi. "Kami berterima kasih atas dukungan aparat, sehingga masyarakat bisa merasa tenang," katanya.
Di sela kegiatan, dr. Sauqi, spesialis jantung dari RS Awal Bros Dumai, memberikan penyuluhan mengenai penyakit jantung koroner. Ia menekankan bahwa penyakit merupakan pembunuh nomor satu di dunia dan perlu diwaspadai sejak dini.
Menurut dr. Sauqi, pencegahan penyakit jantung koroner dapat dilakukan dengan gaya hidup sehat. "Hindari makanan berbahaya, rajin berolahraga, dan jangan menunda berobat jika ada gejala," pesannya kepada masyarakat yang hadir," ungkapnya.
Salah satu warga, Sri Jumiah, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan tersebut. "Bagi kami yang punya mata minus, baik jarak dekat maupun jauh, kegiatan sangat bermanfaat," ucapnya singkat.
Antusiasme warga Bagansiapiapi menjadi bukti bahwa kegiatan sosial seperti ini sangat dibutuhkan. Banyak masyarakat yang merasa terbantu, terutama mereka yang kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan berkualitas.
Perkumpulan Kin Men Riau berharap baksos bisa menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk terus peduli terhadap kesehatan masyarakat.*