Feb 2026
04

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Dinas PUPR Meranti Pastikan Pembangunan Duiker Alahair Dapat Dipertanggungjawabkan
meranti | Selasa, 3 Februari 2026 | 19:22:49 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : ali

SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat melakukan pembangunan dan perbaikan duiker yang roboh di simpang Puskesmas Alahair, Kecamatan Tebingtinggi.

Duiker diketahui ambruk setelah sebuah mobil dump truck pengangkut sampah milik Dinas Permukiman Rakyat, Perumahan, Pertanahan, dan Lingkungan Hidup (Perkimtan-LH) Kabupaten Kepulauan Meranti terperosok ke dalam lubang pada bagian box culvert di simpang tersebut, Sabtu (13/12/2025) lalu. 

Akibat kejadian itu, kondisi jalan mengalami kerusakan parah dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar selama beberapa pekan terakhir. Kerusakan infrastruktur tersebut bahkan sempat menuai sorotan dan kritik dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga tokoh masyarakat setempat.

Baca :

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas PUPR Kepulauan Meranti mulai merealisasikan perbaikan dengan menurunkan sejumlah alat berat ke lokasi untuk mendukung proses pembangunan kembali duiker yang roboh.

Selain pengerjaan fisik, pihak terkait juga memasang spanduk pemberitahuan penutupan jalan sementara serta plang proyek sebagai bentuk informasi kepada masyarakat sekaligus upaya transparansi pelaksanaan pekerjaan.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif dan bersabar selama proses perbaikan berlangsung demi keselamatan dan kelancaran pekerjaan.

Pekerjaan pembangunan dan perbaikan duiker di simpang Puskesmas Alahair tersebut dilaksanakan dengan metode Penunjukan Langsung (PL). Kontraktor pelaksana yang ditunjuk adalah CV Seagull Pasific dengan nilai kontrak sebesar Rp233 juta lebih.

Meski pekerjaan telah mulai dilaksanakan, pelaksanaan proyek tersebut tidak luput dari perhatian dan beragam tanggapan masyarakat, terutama di media sosial. Sejumlah warganet menyampaikan komentar kritis dengan berbagai asumsi terkait nilai anggaran pembangunan.

Sebagian pihak menilai spesifikasi pekerjaan terlihat sederhana, sehingga muncul anggapan bahwa penggunaan anggaran ratusan juta rupiah untuk pembangunan duiker dengan lebar hanya beberapa meter terkesan mubazir. Bahkan, ada pula komentar yang menduga nilai anggaran tersebut berpotensi mengandung unsur mark up.

Namun di sisi lain, tidak sedikit masyarakat yang meminta agar proyek tersebut dikawal bersama demi memastikan kualitas pekerjaan sesuai perencanaan dan tidak dikerjakan secara asal-asalan sehingga berpotensi menimbulkan kerugian di kemudian hari.

Komentar bernada positif juga turut muncul. Beberapa pihak menilai bahwa penilaian anggaran tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa melihat rincian rencana anggaran biaya (RAB). Mereka mengingatkan bahwa nilai kontrak tersebut sudah mencakup pajak, biaya administrasi, serta komponen lain termasuk keuntungan wajar bagi pihak kontraktor.

Masyarakat pun berharap pelaksanaan pembangunan duiker ini dapat berjalan transparan, tepat mutu, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kelancaran aktivitas warga di kawasan tersebut.

Menanggapi berbagai tanggapan yang berkembang di tengah masyarakat, pihak Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti memberikan klarifikasi terkait pembangunan duiker di simpang Puskesmas Alahair tersebut.

Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan bahwa nilai kontrak pembangunan duiker di simpang Puskesmas Alahair telah melalui perhitungan teknis dan perencanaan anggaran yang matang sesuai standar konstruksi yang berlaku. Anggaran yang digunakan tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan fisik duiker semata, tetapi juga mencakup sejumlah pekerjaan pendukung.

Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Rahmat Kurnia, ST, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Sugeng Widodo, ST. Ia menyebutkan bahwa kondisi lokasi pekerjaan merupakan jalur lintas utama dan jalan poros yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi, dilalui kendaraan berat seperti truk dan alat angkut lainnya.

“Jika hanya mengerjakan bagian atasnya tentu biayanya bisa lebih murah. Namun karena lokasi ini merupakan jalur utama, dilalui alat berat dan kendaraan bermuatan besar, kami menilai jika dibangun setengah-setengah berpotensi roboh kembali dan justru menimbulkan masalah baru. Karena itu dilakukan pembongkaran menyeluruh menggunakan alat berat,” ujarnya.

Sugeng menjelaskan, penggunaan alat berat juga dilakukan untuk mengejar target penyelesaian pekerjaan selama 60 hari. Menurutnya, apabila dikerjakan secara manual, proses pengerjaan akan memakan waktu lebih lama dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Lebih lanjut, Dinas PUPR memaparkan bahwa lingkup pekerjaan meliputi pembongkaran struktur lama, pembangunan box culvert baru dengan spesifikasi teknis tertentu, pekerjaan timbunan, perkuatan struktur, pengaspalan ulang, serta pengamanan arus lalu lintas selama masa pekerjaan berlangsung. Selain itu, anggaran juga telah memperhitungkan pajak, biaya administrasi, serta kewajiban lain sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pembangunan dilakukan dengan pembongkaran total karena aktivitas di kawasan tersebut cukup tinggi. Dengan dibangun ulang secara menyeluruh, diharapkan konstruksi menjadi lebih kuat dan mampu bertahan hingga bertahun-tahun. Jika dikerjakan setengah-setengah, justru berisiko menimbulkan persoalan di kemudian hari. Itu sebabnya nilai anggaran mencapai Rp233 juta,” jelasnya.

Ia juga memaparkan spesifikasi teknis bangunan duiker yang dibangun, yakni memiliki panjang sekitar 18 meter, lebar 2 meter, dan kedalaman 1,8 meter. Material yang digunakan pun memiliki standar khusus, seperti penggunaan semen VC 20 yang berbeda dengan cor beton biasa serta besi tulangan berdiameter 12 milimeter.

“Perhitungan anggaran ini tidak sembarangan dan tidak bisa dinilai hanya dari kasat mata. Semua dihitung berdasarkan kebutuhan riil di lapangan dan spesifikasi teknis yang disesuaikan dengan beban dan fungsi jalan tersebut,” ungkap Sugeng.

Dengan penjelasan tersebut, Dinas PUPR berharap masyarakat dapat memahami bahwa pembangunan duiker dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kekuatan konstruksi, serta keberlanjutan infrastruktur bagi kepentingan bersama.

Dinas PUPR juga menegaskan bahwa metode Penunjukan Langsung (PL) dilakukan sesuai regulasi, mengingat pekerjaan bersifat mendesak karena menyangkut akses vital masyarakat dan keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi tudingan adanya dugaan mark up anggaran, Dinas PUPR  Kepulauan Meranti menegaskan bahwa seluruh tahapan pekerjaan pembangunan duiker di simpang Puskesmas Alahair dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun teknis. Pihak PUPR juga memastikan proses pelaksanaan pekerjaan terbuka untuk diawasi oleh aparat pengawasan internal maupun eksternal.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Sugeng Widodo mengatakan pihaknya tidak menutup diri terhadap pengawasan publik. Bahkan, masyarakat dipersilakan untuk ikut mengawasi jalannya pekerjaan agar kualitas hasil pembangunan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

“Pekerjaan ini kami laksanakan dengan mengutamakan kualitas dan keselamatan. Kami juga tidak berani melakukan mark up. Bahkan, kalau ada yang bisa menghitung lebih murah dengan spesifikasi dan kualitas yang sama, silakan. Kami sangat terbuka terhadap pengawasan dan kritik yang membangun demi hasil yang maksimal dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sugeng menjelaskan, perencanaan anggaran pekerjaan tersebut telah disusun berdasarkan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), yakni metode perhitungan yang merinci biaya tenaga kerja, material, serta penggunaan peralatan untuk setiap satuan pekerjaan konstruksi tertentu. Seluruh perhitungan itu mengacu pada Peraturan Menteri PUPR yang berlaku secara nasional.

Menurutnya, penerapan AHSP bertujuan untuk menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang akurat, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan. Setiap komponen biaya telah dihitung berdasarkan koefisien standar dan disesuaikan dengan kondisi lapangan.*

Terbaru
nasional
2025, Jumlah Wisman ke Indonesia Tercatat 15,4 Juta
Selasa, 3 Februari 2026 | 19:13:17 WIB
pekanbaru
Plt Gubri Peringatkan Kinerja Tiga OPD
Selasa, 3 Februari 2026 | 19:02:33 WIB
pekanbaru
500 Guru Berebut 69 Kursi Kepsek SMA/SMK Negeri Riau
Selasa, 3 Februari 2026 | 18:55:24 WIB
pekanbaru
Sinergi Lapas Pekanbaru–DLHK, Sampah Diolah Jadi Pupuk Bernilai Guna
Selasa, 3 Februari 2026 | 13:39:26 WIB
nasional
Transaksi Judol Turun , Tahun 2025 Berkisar Ratusan Triliun
Selasa, 3 Februari 2026 | 13:05:52 WIB
pekanbaru
Hari Ini, Sebagian Wilayah Riau Berpeluang Hujan
Selasa, 3 Februari 2026 | 09:00:00 WIB
Artikel Popular
2
3
4
politik
DPR RI Apresiasi Inovasi Green Policing Polda...
Senin, 26 Januari 2026 | 22:39:16 WIB
DPR akan Perhatikan Partisipasi Publik Soal RUU...
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:18:16 WIB
Komisi IV DPRD Riau Akan Panggil PUPR Bahas SILPA...
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:08:52 WIB
hukum