|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, telah mengumpulkan para kepala BPBD kabupaten/kota di Riau. Dalam pertemuan tersebut, pihaknya meminta BPBD Kabupaten/Kota untuk dapat melakukan langkah antisipatif menghadapi musim panas.
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, berdasarkan informasi dari pihak BMKG yang pihaknya terima. Saat ini curah hujan di Riau sudah mulai berkurang terutama didaerah pesisir.
“Kami sudah melakukan pertemuan dengan para kepala BPBD kabupaten/kota. Kami minta mereka untuk melakukan langkah antisipatif menghadapi perubahan cuaca ke musim panas,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, saat ini laporan hot spot juga terus mengalami peningkatan di Riau. Bahkan beberapa di antaranya terkonfirmasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
"Hot spot di Riau terus meningkat. Kami mengimbau daerah yang sudah memenuhi syarat untuk dapat menetapkan status darurat Karhutla,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya mengimbau kepada pemerintah daerah untuk dapat lebih menjaga lingkungan. Utamanya tidak membuka lahan dengan cara membakar. Karena hal tersebut akan menimbulkan Karhutla dan berpotensi meluas.
“Utamakan sosialisasi kepada masyarakat kondisi cuaca kering seperti ini mudah terjadi kebakaran,” ujarnya.
Hingga saat ini pihaknya mencatat sudah ada 10 kabupaten/kota di Riau yang terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada awal tahun ini. Dari 10 daerah tersebut, total luasan Karhutlasebanyak 182,76 Hektare (Ha). Ke 10 daerah yang sudah terjadi Karhutla tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Kota Dumai dan Pekanbaru.
“Hingga saat ini, sudah 10 daerah di Riau yang ditemukan terjadi Karhutla. Total luasan Karhutla 182,76 Ha,” ungkapnya.*