Jan 2026
12

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Bobol Tembok Dengan Sendok, Napi Rutan Selatpanjang Berupaya Kabur
hukum | Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB
Editor : wisly | Penulis : Ali
ilustrasi

SELATPANJANG - Lima orang narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Selatpanjang berusaha kabur dengan cara membobol tembok penjara dengan sendok. Empat orang napi yang terlibat ingin kabur adalah kasus narkotika, dan satu orang lainnya merupakan napi kasus pencurian.

Kepala Cabang Rutan Selatpanjang, Rio Chaidir AMd IP SH MSi, mengatakan, napi yang ingin kabur tersebut berusaha membobol tembok kamar mandi yang berada di dalam ruang tahanan. Namun upaya melarikan diri gagal dilakukan, karena saat melakukan kontrol, petugas menemukan hal yang tidak lazim. 

"Mereka berusaha untuk melarikan diri dengan membobol tembok dengan menggunakan sendok, namun tembok yang baru dilubangi setengah itu diketahui petugas yang melihat suasana tak lazim di kamar mandi saat melakukan kontrol," kata Rio Chaidir, Selasa (18/6).

Baca :

Rio menambahkan, upaya untuk kabur telah dipersiapkan kelima napi secara matang. Di mana, mereka telah melakukan pembobolan tembok selama seminggu. Alat yang digunakan adalah sendok besi runcing yang ditajamkan menggunakan kikir. Diketahui kikir tersebut diselundupkan oleh istri salah seorang napi.

"Dari pengakuan mereka, sudah seminggu lamanya mereka mencungkil dinding kamar mandi secara bergantian sejak lebaran ketiga. Alat yang digunakan adalah sendok besi yang ditajamkan dengan kikir. Kikir itu diselundupkan oleh istri salah seorang napi saat open house kemaren," ungkap Rio.

Dikatakan Rio lagi, kelima napi tersebut mengaku menyesal dan saat ini mereka diasingkan didalam sel terpisah dan akan menjalani hukuman disiplin.

"Setelah gagal kabur, mereka mengaku menyesal, karena tembok Lapas sangat tebal. Mereka juga mengaku melakukan hal tersebut karena tidak sanggup menjalani hukuman di rutan," kata Rio.

Terhadap kejadian ini, pihak rutan akan memperkuat intern agar lebih kondusif dan melakukan pendekatan yang humanis.

"Kita akan memperkuat intern, selain itu akan kita lakukan pendekatan yang humanis agar suasana lebih kondusif, karena rata- rata di sini banyak yang tidak kuat menjalankan masa hukuman," pungkas Rio.*

Terbaru
hukum
Brigjen Jossy Pamit: Terima Kasih, Saudara-saudaraku
Senin, 12 Januari 2026 | 15:32:02 WIB
pekanbaru
Sepanjang 2025, PMK Serang 304 Hewan Ternak di Riau
Senin, 12 Januari 2026 | 14:04:12 WIB
sportainment
Tersingkir Dari Piala FA, MU Hampir Dipastikan Tanpa Gelar Musim Ini
Senin, 12 Januari 2026 | 10:27:17 WIB
pekanbaru
Hari Ini, Sebagian Wilayah Riau Hujan Ringan
Senin, 12 Januari 2026 | 09:23:43 WIB
dunia
Trump Tegaskan AS Harus Kuasai Greenland Sebelum China atau Rusia
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:29:35 WIB
kampar
Elevasi Waduk Naik 1,97 Meter, Ini Penjelasan Manager PLTA Koto Panjang
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:09:49 WIB
华 闻
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum
Brigjen Jossy Pamit: Terima Kasih,...
Senin, 12 Januari 2026 | 15:32:02 WIB