Feb 2026
04

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Gelombang Panas Terjang Eropa
dunia | Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB
Editor : wisly | Penulis : republika
ilustrasi

ROMA - Gelombang panas ekstrem di Eropa telah berlangsung dalam satu pekan terakhir. Hal ini membuat pihak berwenang di banyak negara benua tersebut mengeluarkan peringatan agar orang-orang, khususnya anak-anak dan orang tua tidak keluar dari rumah atau berkegiatan di luar ruangan sementara waktu.

Para ahli metereologi mengatakan suhu di awal musim panas di Eropa dapat mencapai atau bahkan melebihi 40 derajat Celsius. Secara khusus gelombang panas itu dikatakan akan terasa mulai dari Spanyol hingga Swiss. Gelombang panas terjadi akibat dari udara panas yang ditangkap dari Sahara oleh kombinasi badai yang melanda Atlantik dan tekanan tinggi di Eropa Tengah.

“El infierno (neraka) akan datang,” ujar ahli metereologi Silvia Laplana dari Spanyol melalui akun jejaring sosial Twitter, dilansir The Guardian, Selasa (25/6).

Baca :

Kelembapan tinggi di Eropa juga akan membuat udara terasa seperti mencapai 47 derajat Celsius. Dalam sebuah tayangan ramalan cuaca AEMET, disebutkan pada Kamis (27/6) mendatang, suhu di lembah Ebro, Tagus, Guadiana, dan Guadalquivir dapat berada di kisaran 42 derajat Celsius dan hal itu berpotensi memicu kebakaran hutan.

Di Prancis, pihak berwenang mendirikan ruangan berpendingin di sejumlah gedung kota menyusul gelombang panas ekstrem. Di Ibu Kota Paris, pada Senin (24/6), suhu mencapai 34 derajat Celsius. Selain itu, terdapat kolam yang dibuka hingga larut malam serta ditambahnya jumlah air mancur.

“Saya khawatir orang-orang mengkhawatirkan hal ini, khususnya bagi mereka yang ingin terus berolahraga seperti biasa atau tetap berada di bawah sinar matahari,” ujar Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn.

Buzyn mengatakan kondisi cuaca ektrem saat ini telah mempengaruhi banyak orang. Ia menyatakan kekhawatiran suhu dapat meningkat menjadi jauh lebih tinggi dalam beberapa hari mendatang.

Pakar dari badan metereologi Meteo-France, Emmanuel Demael mengatakan gelombang panas di Eropa kali ini tak pernah terjadi sejak 1947. Pada tahun itu, rekor suhu tertinggi sepanjang masa terjadi di banyak wilayah Prancis. Saat itu, suhu di malam hari tidak turun dari 20 derajat Celsius.

Dengan kondisi cuaca panas ekstrem ini, ujian sekolah di Prancis juga ditunda hingga pekan depan. Gelombang panas yang terakhir kali terjadi di negara tersebut dan dikenal cukup mematikan terjadi pada Agustus 2003, di mana hampir 15 ribu orang, khususnya orang usia lanjut usia meninggal.

Di Italia, gelombang panas yang disebut paling intens dalam satu dekade sedang berlangsung. Banyak rumah sakit di negara itu mengatakan telah bersiap menghadapi kemungkinan datangnya pasien dengan penyakit terkait suhu ekstrem tersebut.

Kementerian Kesehatan Italia juga telah menyarankan para dokter dari pasukan militer negara itu bersiap karena kemungkinan kurangnya jumlah tenaga medis. Suhu di Italia dalam satu pekan terakhir telah mencapai 37 derajat hingga 40 derajat Celsius.

Sejumlah wilayah yang terdampak suhu ekstrem tersebut diantaranya adalah Roma, serta Florence, Bologna, Milan, dan Turin. Diperkirakan sejumlah kota lainnya juga dapat mengalami gelombang panas di akhir Juni ini.

Kemudian di Jerman, rekor suhu panas mencapai 38,2 derajat Celsius sepanjang Juni ini. Ini adalah rekor sejak terakhir kalinya pada 1947 melanda Frankfurt. Menurut Sabine Kruger dari dinas metereologi Jerman (DWD), suhu diperkirakan dapat meningkat pada akhir pekan ini, mencapai 39 derajat hingga 40 derajat Celsius di Frankfurt, termasuk juga di Ibu Kota Berlin yang mencapai 37 derajat Celsius.

DWD pada awal pekan ini memperingatkan warga melakukan tindakan pencegahan ekstra karena perkiraan panas ekstrem dan radiasi UV yang tinggi dalam beberapa mendatang. Ia meminta agar orang-orang tidak berada di luar ruangan dalam waktu lama antara pukul 11.00 hingga 15.00.

Selain itu, orang-orang yang berada di Jerman perlu menggunakan tabir surya, kacamata hitam, dan topi. Kelompok perlindungan hewan juga memperingatkan pemilik hewan peliharaan menghindari meninggalkan anjing atau kucing di dalam mobil tanpa pengawasan.

Di Swiss, Meteo Swiss mengeluarkan peringatan panas tingkat empat atau sama dengan sangat berbahaya  untuk beberapa negara bagian. Bandan tersebut memperingatkan suhu dapat mencapai lebih dari 33 derajat Celsius, serta kemungkinan mencapai 37 derajat atau bahkan 39 derajat Celsius di beberapa wilayah dari Selasa (25/6) hingga Kamis (27/6).

Gelombang panas juga nampaknya akan menyasar hingga negara-negara Skandinavia. Diantaranya adalah Denmark dan Swedia yang mengalami suhu antara 30 derajat hingga 35 derajat Celsiusdalam beberapa hari terakhir.

Badan Lingkungan Eropa mengatakan prakiraan cuaca dengan rentang yang lebih panjang menunjukkan suhu musim panas sepanjang Juli dan Agustus diperkirakan lebih tinggi pada tahun ini. Padahal, pada tahun lalu, para ilmuwan mengatakan gelombang panas telah menyebabkan peningkatan angka kematian, penurunan dramatis dalam hasil panen, penutupan pembangkit listrik tenaga nuklir, hingga kebakaran hutan di dalam Lingkaran Arktik.*

Terbaru
pekanbaru
Jelang Lebaran, Pemko Pekanbaru Targetkan Jalan Rusak Kembali Mulus
Rabu, 4 Februari 2026 | 11:33:48 WIB
sportainment
Arsenal ke Final Carabao Cup
Rabu, 4 Februari 2026 | 09:00:00 WIB
nasional
2025, Jumlah Wisman ke Indonesia Tercatat 15,4 Juta
Selasa, 3 Februari 2026 | 19:13:17 WIB
pekanbaru
Plt Gubri Peringatkan Kinerja Tiga OPD
Selasa, 3 Februari 2026 | 19:02:33 WIB
pekanbaru
500 Guru Berebut 69 Kursi Kepsek SMA/SMK Negeri Riau
Selasa, 3 Februari 2026 | 18:55:24 WIB
pekanbaru
Sinergi Lapas Pekanbaru–DLHK, Sampah Diolah Jadi Pupuk Bernilai Guna
Selasa, 3 Februari 2026 | 13:39:26 WIB
Artikel Popular
2
3
4
politik
DPR RI Apresiasi Inovasi Green Policing Polda...
Senin, 26 Januari 2026 | 22:39:16 WIB
DPR akan Perhatikan Partisipasi Publik Soal RUU...
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:18:16 WIB
Komisi IV DPRD Riau Akan Panggil PUPR Bahas SILPA...
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:08:52 WIB
hukum