Feb 2026
04

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
BMKG Deteksi Peningkatan Jumlah Titik Panas di Riau
pekanbaru | Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB
Editor : wisly | Penulis : republika
ilustrasi

PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi peningkatan jumlah titik panas sebagai indikasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau dalam kurun waktu 48 jam terakhir. Berdasarkan pencitraan satelit Terra dan Aqua pada Selasa (25/6), pukul 16.00 WIB, BMKG menyatakan terdapat 11 titik panas yang tersebar di lima kabupaten di Riau.

Jumlah itu melonjak dua kali lipat dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang terdeteksi lima titik. "Titik panas terbanyak terpantau di Kabupaten Pelalawan empat titik kemudian Bengkalis tiga titik dan Rokan Hilir dua titik," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno, dalam keterangan tertulis.

Selanjutnya, satu titik panas masing-masing terpantau di Kabupaten Siak dan Kampar. Sejumlah titik panas juga bermunculan di wilayah lainnya di Pulau Sumatera. Di Sumatera Selatan, BMKG mendeteksi empat titik panas, Sumatera Utara tiga titik, serta Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung, masing-masing satu titik panas.

Baca :

Di Riau, BMKG menyatakan lima di antara11 titik panas dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat terjadinya karhutla dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen. "Titik api terdeteksi di wilayah Pelalawan dan Rokan Hilir, masing-masing dua titik serta satu titik di Kampar," ujar dia.

Satuan Tugas Karhutla Provinsi Riau menyatakan turut mengantisipasi kemunculan titik-titik panas yang terdeteksi BMKGdi wilayah itu sejak awal pekan ini. Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) RiauJim Gafur mengatakan hingga saat ini Satgas Karhutla masih terus siaga di wilayah rawan, terutama pesisir Riau.

"Satgas terus bersiaga di wilayah rawan. Setiap ada informasi HS(hotspot/titik panas) kita tindaklanjuti dengan ''ground check''," katanya.

Ia juga menuturkan Satgas Karhutla turut menyiagakan lima helikopter serta satu pesawat modifikasi cuaca, bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Helikopter yang disiagakan itu, di antaranya jenis Kamov KA-32, Mi8-MTV RA-22700, Mi8-MTV RA-22582, dan Sikorsky S61 N5193Y. Sebanyak empat heli dari BNPB itu,untuk operasi pengeboman air yang mampu memuntahkan empatton air.

Jim memastikan meskipun usai libur Lebaran, tim gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BPBD Riau, dan instansi lainnya yang terlibat dalam Satgas Karhutla tetap menggelap operasi patroli dan penanggulangan, baik darat maupun udara. Bahkan, pada Ramadhan pun tim tetap bertugas seoptimal mungkin dalam menjaga Riau bebas dari karhutla.*

Terbaru
pekanbaru
Jelang Lebaran, Pemko Pekanbaru Targetkan Jalan Rusak Kembali Mulus
Rabu, 4 Februari 2026 | 11:33:48 WIB
sportainment
Arsenal ke Final Carabao Cup
Rabu, 4 Februari 2026 | 09:00:00 WIB
nasional
2025, Jumlah Wisman ke Indonesia Tercatat 15,4 Juta
Selasa, 3 Februari 2026 | 19:13:17 WIB
pekanbaru
Plt Gubri Peringatkan Kinerja Tiga OPD
Selasa, 3 Februari 2026 | 19:02:33 WIB
pekanbaru
500 Guru Berebut 69 Kursi Kepsek SMA/SMK Negeri Riau
Selasa, 3 Februari 2026 | 18:55:24 WIB
pekanbaru
Sinergi Lapas Pekanbaru–DLHK, Sampah Diolah Jadi Pupuk Bernilai Guna
Selasa, 3 Februari 2026 | 13:39:26 WIB
Artikel Popular
2
3
4
politik
DPR RI Apresiasi Inovasi Green Policing Polda...
Senin, 26 Januari 2026 | 22:39:16 WIB
DPR akan Perhatikan Partisipasi Publik Soal RUU...
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:18:16 WIB
Komisi IV DPRD Riau Akan Panggil PUPR Bahas SILPA...
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:08:52 WIB
hukum