|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

JAKARTA - Selama 12 tahun terakhir, China menumpuk pasir dalam jumlah besar ke tengah Laut China Selatan. Upaya ini berhasil mengubah karang dangkal dan terumbu kosong menjadi pulau buatan luas yang kini berperan sebagai pangkalan strategis di kawasan yang penuh sengketa laut tersebut.
Dikutip dari Damascus Bite, transformasi yang dramatis ini memengaruhi peta geografis sekaligus mengubah dinamika politik dan ekonomi di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Perubahan itu terlihat jelas lewat citra satelit yang memperlihatkan bagaimana pulau-pulau baru dengan landasan pacu, radar, jalan, dan fasilitas lain kini berdiri di tempat yang 12 tahun lalu hanya berupa garis air dan karang yang hampir tertutup saat air pasang. Pulau-pulau yang dulunya merupakan lingkaran karang putih, kini berubah menjadi benteng beton lengkap dengan infrastruktur modern.
China kemudian secara resmi menyatakan bahwa pembangunan ini dimaksudkan untuk mendukung fasilitas 'sipil' seperti navigasi dan keselamatan pelayaran. Namun di lapangan, berdasarkan citra dan laporan menunjukkan keberadaan landasan pacu panjang, radar, dan fasilitas militer lain berdampingan dengan mercusuar dan stasiun cuaca.
"Kami membangun pulau ini agar kami merasa lebih aman, tetapi setiap pulau juga terasa seperti pemicu baru. Semakin banyak perangkat keras yang Anda tempatkan di pasir yang terus berubah, semakin mudah sesuatu bisa lepas kendali," kata seorang analis keamanan dari Manila, Filipina.
Pernyataan ini menggambarkan ketegangan yang dirasakan negara-negara tetangga di kawasan akibat perluasan laut buatan tersebut.,*