|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) 2026 menjadi pengingat bahwa upaya pemenuhan gizi masyarakat tidak cukup hanya dengan kampanye, tetapi membutuhkan sistem dan infrastruktur yang kuat. Mengusung tema "Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal", HGN 2026 menegaskan pentingnya peran lintas sektor dalam memastikan layanan gizi berjalan berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, PT Hutama Karya (Persero) mengambil peran strategis dengan membangun 80 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penguat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Proyek dijalankan Hutama Karya sebagai mitra Kementerian Kesehatan, Badan Gizi Nasional (BGN), sekaligus mendukung Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam penyediaan sarana dan prasarana layanan gizi.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa pemenuhan gizi yang optimal membutuhkan fasilitas layanan yang tertata dan memadai, terutama di daerah.
"Hutama Karya membangun 80 titik SPPG yang tersebar di tujuh provinsi, yakni Aceh sebanyak 4 titik, Sumatra Utara 35 titik, Sumatra Barat 12 titik, Riau 6 titik, Kepulauan Anambas 1 titik, Jambi 15 titik, dan Sumatra Selatan 7 titik," ungkap Mardiansyah, Minggu (25/1/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan dilakukan secara paralel dengan sistem klaster untuk meningkatkan efisiensi, terutama pada wilayah yang memiliki jarak geografis cukup jauh. Strategi ini memungkinkan pengadaan material, mobilisasi tenaga kerja, serta penggunaan alat konstruksi dilakukan lebih optimal.
"Dari sisi fasilitas, SPPG dirancang untuk mendukung operasional dapur layanan gizi setiap hari dengan standar higienitas tinggi. Bangunan utama menggunakan dinding sandwich panel berlapis antibakteri, sementara area memasak dilengkapi pelapisan stainless steel," bebernya.
Selain itu, sambungnya, sistem tata udara juga disiapkan secara khusus melalui unit udara masuk dan keluar, termasuk cooker hood, guna menjaga sirkulasi udara dan kenyamanan ruang kerja.
Peringatan HGN 2026 sendiri berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari gerakan edukasi publik tentang pentingnya gizi seimbang. Oleh karena itu, keterlibatan lintas lembaga menjadi kunci agar program gizi nasional dapat berjalan efektif.
Sinergi antara Kementerian Kesehatan, Badan Gizi Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum, serta mitra pelaksana seperti Hutama Karya menunjukkan bahwa layanan gizi tidak berdiri sendiri.
Infrastruktur yang siap dan memadai menjadi pondasi penting agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan stabil, menjangkau lebih banyak penerima manfaat, dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.*