|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Riau melepas Satuan Tugas (Satgas) Darurat Jembatan untuk melaksanakan pembangunan dan perbaikan 26 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di wilayah terpencil pada seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Pelepasan Satgas dilakukan langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dalam upacara yang digelar di Markas Polda Riau, Rabu (28/1/2026). Hadir Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Heryadi, dan Pejabat Utama (PJU).
Satgas Darurat Jembatan terdiri dari Satuan Brimob Polda Riau, Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud), serta Direktorat Samapta. Personel yang dikerahkan sebanyak 250 orang, terdiri atas 170 personel Polda Riau dan 80 personel dari satuan wilayah jajaran.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, pembangunan jembatan merupakan bentuk nyata pelaksanaan perintah Presiden Republik Indonesia dan Kapolri, sekaligus wujud kolaborasi Polri dengan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di daerah.
Herry menjelaskan, berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan, ditemukan 26 jembatan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau yang membutuhkan pembangunan maupun perbaikan.
"Dari jumlah tersebut, 17 jembatan akan dibangun baru dengan total panjang sekitar 463 meter, sementara sembilan jembatan lainnya akan direnovasi atau diperbaiki dengan total panjang sekitar 263 meter," kelasnya.
IHerry menegaskan, keberadaan jembatan-jembatan tersebut sangat vital bagi kehidupan masyarakat, terutama untuk menunjang akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi warga dan petani di daerah terpencil.
“Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat membuka akses konektivitas masyarakat, sehingga anak-anak dapat bersekolah dengan aman, masyarakat mudah mendapatkan layanan kesehatan, dan petani dapat menjangkau kebun mereka dengan lebih baik,” tuturnya.
Menurut Herry, pembangunan infrastruktur ini juga merupakan bentuk keadilan sosial agar masyarakat di daerah terpencil dapat merasakan fasilitas yang layak, setara dengan masyarakat di wilayah lain yang telah memiliki akses memadai.
Ia menambahkan, program Jembatan Merah Putih Presisi menjadi simbol komitmen Polri, khususnya Polda Riau, untuk terus hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kita hari ini kita menjembatani peradaban dan menggapai harapan melalui Jembatan Merah Putih Presisi," ucapnya menyampaikan tagline pembangunan jembatan di Riau.
Ditergetkan seluruh jembatan akan selesai jelang Hari Raya Idulfitri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dijadwalkan hadir untuk peresmian jembatan tersebut.
"Mudah-mudahan setelah seluruh pekerjaan selesai, Bapak Kapolri dapat hadir untuk meresmikan jembatan-jembatan tersebut,” pungkasnya.
Dibangun di 12 Kabupaten/Kota
Dalam pengerjaan pembangunan dan perbaikan jembatan, Polda Riau juga menerapkan konsep pentaheliks, yakni kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media.
Sebelum, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol Ketut Gede Adi Wibawa, menyebut 26 jembatan tersebut tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Wilayah dengan jumlah pembangunan jembatan terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hulu, yakni sebanyak empat jembatan, terdiri dari dua jembatan baru dan dua jembatan renovasi.
Di Kabupaten Kampar dibangun dua jembatan, Rokan Hulu dua jembatan, Rokan Hilir tiga jembatan, Indragiri Hilir dua jembatan, Siak dua jembatan Pelalawan dua jembatan, Kota Dumai: satu jembatan.
Kemudian Kabupaten Kuantan Singingi dibangun dua jembatan, Kepulauan Meranti tiga jembatan, Bengkalis dua jembatan dan Polresta Pekanbaru satu jembatan.
"Jenis jembatan yang dibangun bervariasi, menyesuaikan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat setempat, mulai dari jembatan beton, jembatan gantung, hingga jembatan kayu," jelas Ketut.
Ia menyebut, target pengerjaan seluruh jembatan berkisar antara dua minggu hingga dua bulan, tergantung kondisi lapangan. "Harapkan selesai sebelum Hari Raya Idulfitri," ucapnya.
Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Hariadi mengungkapkan, salah satu pembangunan jembatan yang paling mendesak berada di Kabupaten Indragiri Hilir, khususnya di Kecamatan Tanah Merah. Jembatan tersebut merupakan jalur utama bagi anak-anak sekolah dan aktivitas perdagangan masyarakat.
“Selama ini anak-anak sekolah harus menggunakan perahu-perahu kecil. Jika dilihat dari sisi keselamatan, risikonya sangat tinggi. Ini menjadi perhatian serius kami,” ujar Ino.
Ia menambahkan, masyarakat setempat menyambut baik pembangunan tersebut dan telah mengorganisasi warga secara bergantian untuk bergotong royong bersama personel Polda Riau dan Polres setempat.
Selain pembangunan jembatan di Tanah Merah, Polda Riau juga melakukan renovasi jembatan di sekitar SD Negeri 020 yang masih berada di wilayah Indragiri Hilir.
Kondisi wilayah tersebut memiliki karakteristik berbeda, di mana saat air tidak pasang, akses transportasi tidak dapat dilalui, sehingga masyarakat harus menunggu air pasang untuk dapat beraktivitas.
“Kondisi sekolah di sana juga menjadi perhatian kami karena hanya ada satu sekolah. Selain jembatan, nantinya kami juga akan melakukan perbaikan terhadap sekolah tersebut,” jelas Ino. *