|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Provinsi Riau kembali menorehkan prestasi di sektor pariwisata nasional. Berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026, sebanyak 125 event budaya dari 38 provinsi resmi ditetapkan sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Dari jumlah tersebut, lima event unggulan Riau berhasil masuk ke dalam kalender event nasional.
Penetapan menjadi bukti pengakuan pemerintah pusat terhadap kualitas penyelenggaraan event pariwisata daerah yang dinilai mampu menarik wisatawan serta menggerakkan roda ekonomi lokal.
Adapun lima event budaya Riau yang masuk dalam KEN 2026, yaitu Festival Perang Air di Kabupaten Kepulauan Meranti, Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Subayang Festival di Kabupaten Kampar, Bakar Tongkang di Kabupaten Rokan Hilir, serta Kenduri Riau yang digelar di Kota Pekanbaru.
Masuknya kelima agenda tersebut menegaskan bahwa pariwisata Riau memiliki daya saing kuat di tingkat nasional. Masing-masing event menampilkan keunikan budaya, tradisi, serta nilai sejarah yang merepresentasikan identitas masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas, menegaskan event yang telah masuk dalam Karisma Event Nusantara harus terus dijaga keberlanjutannya. Menurutnya, pencapaian ini tidak boleh berhenti pada pengakuan semata, melainkan harus diikuti dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan.
"Tentu yang masuk KEN ini harus kita pertahankan. Kalau sudah masuk Karisma Event Nusantara, artinya event tersebut sudah menjadi bagian dari kalender event nasional," ujar Tekad di Pekanbaru, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan event Riau dalam KEN secara langsung memberikan dampak besar terhadap promosi pariwisata daerah. Event-event tersebut tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga memiliki peluang untuk menjangkau pasar internasional.
"Secara langsung ini bisa mempromosikan pariwisata Riau secara nasional, bahkan internasional. Tentu harus kita pertahankan dan kalau bisa terus kita tingkatkan," jelasnya.
Lebih lanjut, Tekad menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan sektor pariwisata Riau ke depan. Ia menilai pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.
"Ke depan, saya memang punya niat kuat untuk mengembangkan pariwisata Provinsi Riau. Minimal pariwisata kita harus bisa dikenal secara luas," ungkapnya.
Menurutnya, letak geografis Riau yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia merupakan potensi besar yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk menarik wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Asia Tenggara.*